Jumat, 28 Maret 2014

Makalah fisika lingkungan



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
            Makhluk hidup dan lingkungan adalah dua unsure yang sangat terkait, saling mengisi dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain karena keduanya mempunyai hubungan timbal balik.
Lingkungan hidup memegang peranan yang dominan bagi kelangsungan hidup, oleh karena peranannya penting maka sewajarnyalah lingkungan hidup perlu dijaga kelestariannya.
Perhatian dunia tentang lingkungan hidup telah diawali sejak konferensi PBB tentang lingkungan hidup  pada tahun 1972,dan kemudian diperingati sebagai hari lingkungan hidup sedunia tepatnya 5 juni. Dengan konferensi ini masalah lingkungan hidup bukan lagi sebagai masalah lokal maupun masalah nasional, tapi sudah menjadi masalah global.
Melestarikan lingkungan hidup memang tidak semudah seperti yang kita harapkan karena seiring dengan perkembangan zaman dimana  manusia dihadapkan pada perubahan struktur dinamika  pembangunan yang semakin pesat dan perubahan ini mempengaruhi tingkat kebutuhan manusia yang cenderung meningkat dan lebih banyak bergantung pada alam dan lingkungan, membuat kita harus  lebih banyak memfokuskan perhatian kita pada keseimbangan alam dan lingkungan, karena lingkungan tidak saja diambil manfaatnya, tapi harus ada langkah antisipatif untuk tetap menjaga keseimbangan, kesinambungan dan kelestariannya.
Karena manusia yang memegang peranan dominan dalam pemanfaatan dan kesinambungan kelestarian lingkungan hidup, maka manusaia dituntut untuk bertindak lebih bijaksana dalam memanfaatkan alam dan lingkungannya karena seiring dengan bertambahnya pengetahuan manusia, semakin banyak pula temuan-temuan yang berhasil guana dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat umum tapi masih mengabaikan hal-hal yang dianggap kecil justru berdampak besar bagi lingkungan termasuk ekosistimnya.
·      Seperti adanya limbah oleh industri
·      Penggunaan bahan-bahan kimia oleh pertanian
·      Gas-gas buangan
·      Sampah-sampah rumah tangga
·      Dan lain sebagainya
Semua itu dikembalikan pada lingkungan yang tentunya akan berpengaruh pada kelangsungan ekosistem darat,  air, maupun udara.
Disini kami (penulis) akan mengangkat masalah terganggunya ekosistem darat oleh sampah, khususnya oleh sampah-sampah rumah tangga dan untuk lebih jelasnya kita akan membahasnya dalam permasalahan berikut.
1.2. Permasalahan
Dalam permasalahan lingkungan pandangan kita hanya melihat tidak lebih dari kepentingan manusia seperti kelangsungan hidup lingkungan tumbuhan dan hewan dikaitkan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Jika salah satu komponen itu rusak atau hilang maka yang mengalami kerugain terbesar adalah manusia, karena manusia yang memegang peranan penting terhadap alam dan lingkungan hidup. Menyadari permasalahn tersebut di atas sudah  selayaknya kita sebagai manusia untuk lebih bertindak bijaksana dalam memanfaatkan alam dan lingkungan dengan tetap menjaga keseimbangannya. Sementara manusia dituntut untuk terus mempertahankan hidup guna memenuhi kebutuhan sumber daya alam yang diambil dari lingkungan, namun pada sisi lain tidak disadari makin meningkatnya pencapaian kebutuhan itu berdampak besar terhadap lingkungan. Antara lain limbah rumah tangga khususnya sampah. Khusus pada pembahasan kali ini kami (penulis) akan mengangkat masalah limbah rumah tangga berupa sampah dan pengaruhnya terhadap lingkunga sekitar.
Sampah dalam jumlah banyak seperti di kota-kota besar, berperan besar dalam pencemaran tanah, air, dan udara. Tanah yang mengandung sampah diatasnya akan menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Pencemaran oleh mikroorganisme dan polutan lainnya dari sampah akan mengurangi kualitas air tanah. Air tanah yang menurun kualitasnya dapat terlihat dari perubahan fisiknya, misalnya bau, warna, dan rasa, bahkan terdapat lapisan minyak. Beberapa jenis sampah, seperti plastik dan logam sulit terurai sehingga berpengaruh pada kemampuan tanah menyerap air.
Pada beribu-ribu juta penduduk dunia yang setiap hari menyumbang sampah pada lingkungan. Sementara manusia sudah hidup berjuta-juta tahun sebelumnya. Coba bayangkan satu keluarga setiap hari meghasilkan sampah paling sedikit 3 kg setiap hari dipresentasikan dengan jumlah penduduk yang  berjuta-juta menghasilkan sampah perhari, maka begitu banyaknya sampah yang tentu saja mempengaruhi lingkungan terutama tanah-tanah yang pasti akan tercemar.
1.3. Tujuan
Dalam mengkaji pengaruh sampah terhadap lingkungan dan komunitasnya, maka dirumuskan tujuan sebagai berikut :
Tujuan umum
1.    Terciptanya manusia pembangunan yang berwawasan.
2.    Meningkatkan kesadaran dan kepekaan kita terhadap kelestarian lingkungan dan permasalahannya.
3.    Terciptanya lingkungan yang lestari guna memenuhi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.
4.    Sebagai langkah antisipatif untuk tetap mempertahankan kesinambungan dan kelestarian lingkungan hidup
         Tujuan khusus
1.    Terlindungnya lingkungan darat terhadap dampak kegiatan manusia yang menyebabkan pencemaran tanah oleh sampah
2.    Terkendalinya pemakaian produk yang menghasilkan sampah yang sulit diuraikan oleh tanah
3.    Adanya kesadaran dan inisiatif dari kita untuk lebih bijaksana dalam menjaga dan mempertahankan kelestarian alam khususnya lingkungan dan komunitasnya.
1.4. Manfaat
Semoga dengan makalah ini diharapkan agar dapat memberi manfaat guna :
1.    Terjaganya keseimbangan, kesinambungan dan kelestarian lingkung hidup
2.    Terciptanya lingkungan dan komunitas yang bersih dan utuh baik bagi segi kualitas maupun kuantitasnya
 

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di luar makhluk hidup, dan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan makhluk itu.
Dalam buku epidomologi lingkungan, yang dimaksud dengan lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di luar host (manusia), baik benda mati, benda hidup, nyata atau abstrak, seperti suasana yang terbentuk akibat interaksi semua elemen-elemen tersebut, termasuk host yang lain.
Lingkunagan terbagi atas  dua yaitu lingkungan biotik yaitu lingkungan yang terdiri dari makhluk-makhluk hidup dan lingkungan abiotik yaitu lingkungan yang terdiri atas segala sesuatu yang tak hidup dan keduanya saling menunjang.
Keberadaan lingkungan bagi makhluk hidup sangatlah penting untuk menunjang berlangsungnya kehidupan makhluk hidup itu sendiri seperti lingkungan hidup atau biotik. Lingkungan tak hidup atau abiotik tak juga kalah pentingnya dengan lingkungan biotik bagi kelangsunga makhluk hidup karena lingkngan abiotik yang meliputi tanah, air, udara, cahaya matahari, suhu dan lain-lain, juga merupakan komponen utama penentu kelangsungan makhluk hidup.
2.2. Limbah Rumah Tangga
Limbah rumah tangga terpenting adalah sampah. Sampah inilah yang mengakibatkan pencemaran tanah. Pada dasarnya Sampah dapat dihancurkan oleh jasad-jasad renik menjadi mineral, gas, dan air, sehingga terbentuklah humus. Sampah organik itu misalnya dedaunan, jaringan hewan, kertas, dan kulit. Sampah-sampah tersebut tergolong sampah yang mudah terurai. Sedangkan sampah anorganik seperti besi, alumunium, kaca, dan bahan sintetik seperti plastik, sulit atau tidak dapat diuraikan. Bahan pencemar itu akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang. Bungkus plastik yang kita buang ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita setelah ratusan tahun kemudian.
Lingkungan mengandung sumber daya alam yang dibutuhkan semua organisme, termasuk manusia, baik untuk kebutuhan dasar maupun di atas kebutuhan dasar (industrialisasi). Oleh karena itu lingkungan selalu dimanfaatkan oleh semua organisme hidup. Dapat dipahami, bahwa baik kualitas maupun kuantitas lingkungan perlu dipelihara, agar kebutuhan akan hidup semua organisasi dapat  selalu terpenuhi, dan tidak berakibat buruk pada pemanfat. Permasalahan yang timbul adalah bahwa selain menggunakan sumber daya alam yang tersedia, makhluk hidup inipun membuang semua limbahnya ke lingkungan. Apabila pengotoran lingkungan tidak dapat lagi dibersihkan secara alamiah, dan pemanfaatannya menimbulkan berbagai kerugian pada manusia , hewan dan tumbuhan, maka orang mengatakan  bahwa lingkungan telah tercemar.
Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah antara lain
a. Terganggunya kehidupan organisme (terutama mikroorganisme dalam tanah).
b. Berubahnya sifat kimia atau sifat fisika tanah sehingga tidak baik untuk
pertumbuhan tanaman, dan
c. Mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologi.
Semua dampak ini akibat dari ulah manusia yang pada akhirnya akan kembali pada manusia dalam arti manusia sendiri yang dirugikan.
Firman Allah SWT. dalam surat Rum ayat 41 artinya :
            ”telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan manusia”.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Pengamatan
Pada pengamatan kali ini adalah mengamati berat sampah yang dihasilkan masing-masing rumah dengan 1 kepala keluarga. Pengamatannya diadakan di kompleks Bele Moyoto Indah, diwakili oleh 5 kepala keluarga dan diamati selama 1 minggu. Selanjutnya untuk kepala keluarga akan disingkat KK.

Hari Pengamatan
Sampah yang Dihasilkan (Kg)
Jumlah (kg)
Ket
KK 1
KK 2
KK 3
KK 4
KK 5
Hari 1
2
2
3
3.5
1.5
11

Hari 2
2.5
1
1.5
1
6

Hari 3
1.5
2
1.5
2
1
8

Hari 4
1
1.5
1.5
4

Hari 5
2
1.5
2
1
1
7.5

Hari 6
2
1.5
1
2
1.5
8

Hari 7
2.5
3
1.5
3
3.5
13.5

jumlah
58


3.2. Hasil Pengamatan
Dari hasil pengamatan di kompleks Bele Moyoto Indah, dapat dilihat  di rumah 1(KK 1) sampah yang dibuang ke lingkungan adalah . Hari berikutnya sampahnya bertambah kemudian berkurang dan bertambah lagi. Bila dilihat pada tabel rata-rata sampah yang dibuang pada lingkungan oleh 1 KK selama seminggu adalah  ≈ 2 kg. Begitu pun untuk kepala keluarga yang lain, dapat dilihat dalam tabel pengamatan.
Jika dijumlahkan semua sampah dalam 1 minggu hasilnya 58 kg atau  Nah, bisa  kita bayangkan dalam seminggu saja sampah yang dihasilkan sudah 60 kg untuk 5 KK. Bagaimana jika dalam suatu penduduk di bumi ini? Dikalikan lagi dengan 1 bulan, 1 tahun dan akhirnya hanya sampah yang di bumi ini lagi.
Sampah-sampah itu sendiri bisa terdiri dari sisa-sisa makanan, kaleng bekas, kantong-kantong plastik, daun atau ranting yang sudah kering kemudian di tebang, dan berbagai jenis sampah lainnya.
Pada dasarnya ada sebagian jenis sampah yang dapat dihancurkan oleh jasad jasad renik menjadi mineral, gas, dan air, sehingga terbentuklah humus. Sampah organik itu misalnya dedaunan, jaringan hewan, kertas, dan kulit. Sampah-sampah tersebut tergolong sampah yang mudah terurai. Sedangkan sampah anorganik seperti besi, alumunium, kaca, dan bahan sintetik seperti plastik, sulit atau tidak dapat diuraikan. Bahan pencemar itu akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang. Bungkus plastik yang kita buang ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita setelah ratusan tahun kemudian.
Sampah yang tidak dapat diuraikan itulah yang dapat menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan terutama pada tanah. Dan bukan hanya itu, berbagai penyakitpun dapat bermunculan akibat menumpuknya sampah ini. Sebgai contoh : DBD atau Demam Berdarah. Kaleng-kaleng bekas yang tergenang air merupakan tempat perkembangbiakkan nyamuk demam berdarah. Oleh karena itu, kita sebagai manusia sudah sepatutnya mengambil langkah yang tepat untuk menanggulangi masalah sampah ini. Sebaiknya, sampah yang akan dibuang dipisahkan menjadi dua wadah. Pertama adalah sampah yang terurai, dan  Proses ini merupakan proses pendaurulangan (recycle).Kedua adalah sampah yang tak terurai, dapat dimanfaatkan ulang (penggunaulangan = reuse). Misalnya, kaleng bekas kue digunakan
lagi untuk wadah makanan, botol selai bekas digunakan untuk tempat bumbu dan botol bekas sirup digunakan untuk menyimpan air minum. Baik pendaurulangan maupun penggunaulangan dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Keuntungannya, beban lingkungan menjadi berkurang. Kita tahu bahwa pencemaran tidak mungkin dihilangkan. Yang dapat kita lakukan adalah mencegah dampak negatifnya atau mengendalikannya. Selain penggunaulangan dan pendaurulangan, masih ada lagi upaya untuk mencegah pencemaran, yaitu melakukan pengurangan bahan/ penghematan (reduce), dan melakukan pemeliharaan (repair). Di negara maju, slogan-slogan reuse, reduce, dan repair, banyak diedarkan ke masyarakat dibuang ke tempat pembuangan sampah atau dapat dijadikan kompos. Jika pembuatan kompos dipadukan dengan pemeliharaan cacing tanah, maka akan dapat diperoleh hasil yang baik. cacing tanah dapat dijual untuk pakan ternak, sedangkan tanah kompos dapat dijual untuk pupuk.
Gambar penumpukan sampah di kompleks Bele Moyoto Indah

BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian-uraian di atas maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut
1.        Begitu pentingnya keberadaan linkungan hidup bagi kelangsungan makhluk hidup terutama manusia sehingga masalah lingkungan hidup dijadikan sebagai masalah dunia dan diresmikan dalam suatu konferensi PBB.
2.        Dengan konferensi ini masalah linkungn tidak saja menjadi masalah lokal maupun nasional tetapi sudah menjadi masalah global
3.        Seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan strutur dinamika pembangunan ikut mempengaruhi tingkat kebutuhan manusia.
4.        Dampak dari aktivitas manusia yang semakin meningkat menghasilkan limbah-limbah yang dihasilkan pada alam yang berakibat merusak keseimbangan alam dan lingkungan.
5.        Kita tahu bahwa pencemaran tidak mungkin dihilangkan. Yang dapat kita lakukan adalah mencegah dampak negatifnya atau mengendalikannya. Seperti penggunaan ulang dan pendaurulangan sampah-sampah yang tidak dapat di uraikan oleh tanah.

4.2. Saran
1.        Manusia hanyalah satu dari berjuta jenis makhluk hidup yang ada yang memerlukan lingkungan sebagai wadah tempat tinggal dan melangsungkan kehidupannya. Hilangnya salah satu komponen akan berakibat pada komponen lainnya, jadi berhati-hatilah dalam bertindak terhadap lingkungan dengan tetap menjaga kelestariannya.
2.        Kita harus lebih hemat dalam penggunaan kantong-kantong plastik atau sampah yang tidak dapat diolah lainnya. Bila memungkinkan saat berbelanja ke pasar atau supermarket gunakan kantong plastik yang telah ada tanpa harus membeli lagi. Dengan langkah kecil ini, paling tidak kita telah melakukan setidaknya tidak ikut menyumbang sampah pada lingkungan.
3.        Terakhir yang lebih penting adalah adanya kesadaran setiap manusia bahwa begitu pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan bagi kelangsungan kehidupan dimasa sekarang dan dimasa yang akan datang.

 
DAFTAR PUSTAKA

Soemirat, Juli. 1999. Epidomologi Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.