BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Makhluk hidup dan lingkungan adalah
dua unsure yang sangat terkait, saling mengisi dan tidak bisa dipisahkan satu
sama lain karena keduanya mempunyai hubungan timbal balik.
Lingkungan
hidup memegang peranan yang dominan bagi kelangsungan hidup, oleh karena
peranannya penting maka sewajarnyalah lingkungan hidup perlu dijaga
kelestariannya.
Perhatian
dunia tentang lingkungan hidup telah diawali sejak konferensi PBB tentang
lingkungan hidup pada tahun 1972,dan
kemudian diperingati sebagai hari lingkungan hidup sedunia tepatnya 5 juni.
Dengan konferensi ini masalah lingkungan hidup bukan lagi sebagai masalah lokal
maupun masalah nasional, tapi sudah menjadi masalah global.
Melestarikan
lingkungan hidup memang tidak semudah seperti yang kita harapkan karena seiring
dengan perkembangan zaman dimana manusia
dihadapkan pada perubahan struktur dinamika pembangunan yang semakin pesat dan perubahan
ini mempengaruhi tingkat kebutuhan manusia yang cenderung meningkat dan lebih
banyak bergantung pada alam dan lingkungan, membuat kita harus lebih banyak memfokuskan perhatian kita pada
keseimbangan alam dan lingkungan, karena lingkungan tidak saja diambil
manfaatnya, tapi harus ada langkah antisipatif untuk tetap menjaga
keseimbangan, kesinambungan dan kelestariannya.
Karena
manusia yang memegang peranan dominan dalam pemanfaatan dan kesinambungan
kelestarian lingkungan hidup, maka manusaia dituntut untuk bertindak lebih
bijaksana dalam memanfaatkan alam dan lingkungannya karena seiring dengan
bertambahnya pengetahuan manusia, semakin banyak pula temuan-temuan yang
berhasil guana dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat umum tapi masih
mengabaikan hal-hal yang dianggap kecil justru berdampak besar bagi lingkungan
termasuk ekosistimnya.
· Seperti adanya limbah oleh industri
· Penggunaan bahan-bahan kimia oleh pertanian
· Gas-gas buangan
· Sampah-sampah rumah tangga
·
Dan
lain sebagainya
Semua
itu dikembalikan pada lingkungan yang tentunya akan berpengaruh pada
kelangsungan ekosistem darat, air,
maupun udara.
Disini kami (penulis) akan mengangkat masalah
terganggunya ekosistem darat oleh sampah, khususnya oleh sampah-sampah rumah
tangga dan untuk lebih jelasnya kita akan membahasnya dalam permasalahan
berikut.
1.2.
Permasalahan
Dalam
permasalahan lingkungan pandangan kita hanya melihat tidak lebih dari
kepentingan manusia seperti kelangsungan hidup lingkungan tumbuhan dan hewan
dikaitkan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Jika salah satu
komponen itu rusak atau hilang maka yang mengalami kerugain terbesar adalah
manusia, karena manusia yang memegang peranan penting terhadap alam dan
lingkungan hidup. Menyadari permasalahn tersebut di atas sudah selayaknya kita sebagai manusia untuk lebih
bertindak bijaksana dalam memanfaatkan alam dan lingkungan dengan tetap menjaga
keseimbangannya. Sementara manusia dituntut untuk terus mempertahankan hidup
guna memenuhi kebutuhan sumber daya alam yang diambil dari lingkungan, namun
pada sisi lain tidak disadari makin meningkatnya pencapaian kebutuhan itu
berdampak besar terhadap lingkungan. Antara lain limbah rumah tangga khususnya
sampah. Khusus pada pembahasan kali ini kami (penulis) akan mengangkat masalah
limbah rumah tangga berupa sampah dan pengaruhnya terhadap lingkunga sekitar.
Sampah dalam jumlah banyak seperti di kota-kota besar, berperan besar dalam
pencemaran tanah, air, dan udara. Tanah yang mengandung sampah diatasnya akan
menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Pencemaran oleh
mikroorganisme dan polutan lainnya dari sampah akan mengurangi kualitas air
tanah. Air tanah yang menurun kualitasnya dapat terlihat dari perubahan
fisiknya, misalnya bau, warna, dan rasa, bahkan terdapat lapisan minyak.
Beberapa jenis sampah, seperti plastik dan logam sulit terurai sehingga
berpengaruh pada kemampuan tanah menyerap air.
Pada beribu-ribu juta penduduk
dunia yang setiap hari menyumbang sampah pada lingkungan. Sementara manusia
sudah hidup berjuta-juta tahun sebelumnya. Coba bayangkan satu keluarga setiap
hari meghasilkan sampah paling sedikit 3 kg setiap hari dipresentasikan dengan
jumlah penduduk yang berjuta-juta
menghasilkan sampah perhari, maka begitu banyaknya sampah yang tentu saja
mempengaruhi lingkungan terutama tanah-tanah yang pasti akan tercemar.
1.3. Tujuan
Dalam mengkaji pengaruh sampah terhadap lingkungan dan komunitasnya, maka
dirumuskan tujuan sebagai berikut :
Tujuan umum
1.
Terciptanya manusia pembangunan yang berwawasan.
2. Meningkatkan kesadaran dan kepekaan kita
terhadap kelestarian lingkungan dan permasalahannya.
3. Terciptanya lingkungan yang lestari guna
memenuhi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.
4. Sebagai langkah antisipatif untuk tetap
mempertahankan kesinambungan dan kelestarian lingkungan hidup
Tujuan
khusus
1. Terlindungnya lingkungan darat terhadap
dampak kegiatan manusia yang menyebabkan pencemaran tanah oleh sampah
2. Terkendalinya pemakaian produk yang
menghasilkan sampah yang sulit diuraikan oleh tanah
3. Adanya kesadaran dan inisiatif dari kita
untuk lebih bijaksana dalam menjaga dan mempertahankan kelestarian alam
khususnya lingkungan dan komunitasnya.
1.4. Manfaat
Semoga dengan makalah ini diharapkan agar dapat memberi manfaat guna :
1. Terjaganya keseimbangan, kesinambungan dan
kelestarian lingkung hidup
2. Terciptanya lingkungan dan komunitas yang
bersih dan utuh baik bagi segi kualitas maupun kuantitasnya
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di luar makhluk hidup, dan
mempunyai pengaruh terhadap kehidupan makhluk itu.
Dalam buku epidomologi lingkungan,
yang dimaksud dengan lingkungan adalah
segala sesuatu yang ada di luar host (manusia), baik benda mati, benda hidup,
nyata atau abstrak, seperti suasana yang terbentuk akibat interaksi semua
elemen-elemen tersebut, termasuk host yang lain.
Lingkunagan terbagi atas dua yaitu
lingkungan biotik yaitu lingkungan yang terdiri dari makhluk-makhluk hidup dan
lingkungan abiotik yaitu lingkungan yang terdiri atas segala sesuatu yang tak
hidup dan keduanya saling menunjang.
Keberadaan lingkungan bagi
makhluk hidup sangatlah penting untuk menunjang berlangsungnya kehidupan
makhluk hidup itu sendiri seperti lingkungan hidup atau biotik. Lingkungan tak
hidup atau abiotik tak juga kalah pentingnya dengan lingkungan biotik bagi
kelangsunga makhluk hidup karena lingkngan abiotik yang meliputi tanah, air,
udara, cahaya matahari, suhu dan lain-lain, juga merupakan komponen utama
penentu kelangsungan makhluk hidup.
2.2. Limbah Rumah Tangga
Limbah rumah tangga terpenting adalah sampah. Sampah
inilah yang mengakibatkan pencemaran tanah. Pada dasarnya Sampah dapat
dihancurkan oleh jasad-jasad renik menjadi mineral, gas, dan air, sehingga
terbentuklah humus. Sampah organik itu misalnya dedaunan, jaringan hewan,
kertas, dan kulit. Sampah-sampah tersebut tergolong sampah yang mudah terurai.
Sedangkan sampah anorganik seperti besi, alumunium, kaca, dan bahan sintetik
seperti plastik, sulit atau tidak dapat diuraikan. Bahan pencemar itu akan
tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang. Bungkus plastik yang kita buang
ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita
setelah ratusan tahun kemudian.
Lingkungan mengandung sumber daya alam yang dibutuhkan semua organisme,
termasuk manusia, baik untuk kebutuhan dasar maupun di atas kebutuhan dasar
(industrialisasi). Oleh karena itu lingkungan selalu dimanfaatkan oleh semua
organisme hidup. Dapat dipahami, bahwa baik kualitas maupun kuantitas
lingkungan perlu dipelihara, agar kebutuhan akan hidup semua organisasi
dapat selalu terpenuhi, dan tidak berakibat
buruk pada pemanfat. Permasalahan yang timbul adalah bahwa selain menggunakan
sumber daya alam yang tersedia, makhluk hidup inipun membuang semua limbahnya
ke lingkungan. Apabila pengotoran lingkungan tidak dapat lagi dibersihkan
secara alamiah, dan pemanfaatannya menimbulkan berbagai kerugian pada manusia ,
hewan dan tumbuhan, maka orang mengatakan
bahwa lingkungan telah tercemar.
Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah antara lain
a. Terganggunya kehidupan organisme (terutama
mikroorganisme dalam tanah).
b. Berubahnya sifat kimia atau sifat fisika tanah
sehingga tidak baik untuk
pertumbuhan tanaman, dan
c. Mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologi.
Semua dampak ini akibat dari ulah manusia yang pada
akhirnya akan kembali pada manusia dalam arti manusia sendiri yang dirugikan.
Firman Allah SWT. dalam surat Rum ayat 41 artinya :
”telah
nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan manusia”.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Pengamatan
Pada pengamatan kali ini adalah mengamati berat sampah yang dihasilkan
masing-masing rumah dengan 1 kepala keluarga. Pengamatannya diadakan di
kompleks Bele Moyoto Indah, diwakili oleh 5 kepala keluarga dan diamati selama
1 minggu. Selanjutnya untuk kepala keluarga akan disingkat KK.
|
Hari Pengamatan
|
Sampah yang Dihasilkan (Kg)
|
Jumlah (kg)
|
Ket
|
||||
|
KK 1
|
KK 2
|
KK 3
|
KK 4
|
KK 5
|
|||
|
Hari 1
|
2
|
2
|
3
|
3.5
|
1.5
|
11
|
|
|
Hari 2
|
2.5
|
1
|
1.5
|
-
|
1
|
6
|
|
|
Hari 3
|
1.5
|
2
|
1.5
|
2
|
1
|
8
|
|
|
Hari 4
|
-
|
1
|
-
|
1.5
|
1.5
|
4
|
|
|
Hari 5
|
2
|
1.5
|
2
|
1
|
1
|
7.5
|
|
|
Hari 6
|
2
|
1.5
|
1
|
2
|
1.5
|
8
|
|
|
Hari 7
|
2.5
|
3
|
1.5
|
3
|
3.5
|
13.5
|
|
|
jumlah
|
58
|
|
|||||
3.2. Hasil Pengamatan
Dari hasil pengamatan di kompleks Bele Moyoto Indah, dapat dilihat di rumah 1(KK 1) sampah yang dibuang ke
lingkungan adalah
. Hari berikutnya sampahnya
bertambah
kemudian berkurang dan bertambah
lagi. Bila dilihat pada tabel rata-rata sampah yang dibuang pada lingkungan
oleh 1 KK selama seminggu adalah
≈ 2 kg. Begitu pun untuk kepala
keluarga yang lain, dapat dilihat dalam tabel pengamatan.
Jika dijumlahkan semua sampah dalam 1 minggu hasilnya 58 kg atau
Nah, bisa
kita bayangkan dalam seminggu saja sampah yang dihasilkan sudah 60 kg
untuk 5 KK. Bagaimana jika dalam suatu penduduk di bumi ini? Dikalikan lagi
dengan 1 bulan, 1 tahun dan akhirnya hanya sampah yang di bumi ini lagi.
Sampah-sampah itu sendiri bisa terdiri dari sisa-sisa makanan, kaleng
bekas, kantong-kantong plastik, daun atau ranting yang sudah kering kemudian di
tebang, dan berbagai jenis sampah lainnya.
Pada
dasarnya ada sebagian jenis sampah yang dapat dihancurkan oleh jasad jasad
renik menjadi mineral, gas, dan air, sehingga terbentuklah humus. Sampah organik itu misalnya dedaunan, jaringan hewan, kertas, dan
kulit. Sampah-sampah tersebut tergolong sampah yang mudah
terurai. Sedangkan sampah anorganik seperti besi, alumunium,
kaca, dan bahan sintetik seperti plastik, sulit atau tidak dapat diuraikan. Bahan pencemar itu akan tetap utuh hingga 300 tahun
yang akan datang. Bungkus plastik yang kita buang ke
lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak
cucu kita setelah ratusan tahun kemudian.
Sampah
yang tidak dapat diuraikan itulah yang dapat menyebabkan pencemaran terhadap
lingkungan terutama pada tanah. Dan bukan hanya itu, berbagai penyakitpun dapat
bermunculan akibat menumpuknya sampah ini. Sebgai contoh : DBD atau Demam
Berdarah. Kaleng-kaleng bekas yang tergenang air merupakan tempat
perkembangbiakkan nyamuk demam berdarah. Oleh karena itu, kita sebagai manusia
sudah sepatutnya mengambil langkah yang tepat untuk menanggulangi masalah
sampah ini. Sebaiknya, sampah yang akan dibuang dipisahkan menjadi dua wadah.
Pertama adalah sampah yang terurai, dan Proses ini merupakan proses pendaurulangan (recycle).Kedua
adalah sampah yang tak terurai, dapat dimanfaatkan ulang (penggunaulangan =
reuse). Misalnya, kaleng bekas kue digunakan
lagi
untuk wadah makanan, botol selai bekas digunakan untuk tempat bumbu dan botol bekas
sirup digunakan untuk menyimpan air minum. Baik pendaurulangan maupun penggunaulangan
dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Keuntungannya, beban
lingkungan menjadi berkurang. Kita tahu bahwa pencemaran tidak mungkin
dihilangkan. Yang dapat kita lakukan adalah mencegah dampak negatifnya atau
mengendalikannya. Selain penggunaulangan dan pendaurulangan, masih ada lagi
upaya untuk mencegah pencemaran, yaitu melakukan pengurangan bahan/ penghematan
(reduce), dan melakukan pemeliharaan (repair). Di negara maju, slogan-slogan
reuse, reduce, dan repair, banyak diedarkan ke masyarakat dibuang ke tempat
pembuangan sampah atau dapat dijadikan kompos. Jika pembuatan kompos dipadukan
dengan pemeliharaan cacing tanah, maka akan dapat diperoleh hasil yang baik.
cacing tanah dapat dijual untuk pakan ternak, sedangkan tanah kompos dapat
dijual untuk pupuk.
Gambar
penumpukan sampah di kompleks Bele Moyoto Indah

BAB
IV
PENUTUP
4.1.
Kesimpulan
Berdasarkan
uraian-uraian di atas maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut
1.
Begitu pentingnya
keberadaan linkungan hidup bagi kelangsungan makhluk hidup terutama manusia
sehingga masalah lingkungan hidup dijadikan sebagai masalah dunia dan
diresmikan dalam suatu konferensi PBB.
2.
Dengan konferensi ini
masalah linkungn tidak saja menjadi masalah lokal maupun nasional tetapi sudah
menjadi masalah global
3.
Seiring dengan
kemajuan teknologi dan perubahan strutur dinamika pembangunan ikut mempengaruhi
tingkat kebutuhan manusia.
4.
Dampak dari aktivitas
manusia yang semakin meningkat menghasilkan limbah-limbah yang dihasilkan pada
alam yang berakibat merusak keseimbangan alam dan lingkungan.
5.
Kita
tahu bahwa pencemaran tidak mungkin dihilangkan. Yang dapat kita lakukan adalah
mencegah dampak negatifnya atau mengendalikannya. Seperti penggunaan ulang dan
pendaurulangan sampah-sampah yang tidak dapat di uraikan oleh tanah.
4.2.
Saran
1.
Manusia
hanyalah satu dari berjuta jenis makhluk hidup yang ada yang memerlukan
lingkungan sebagai wadah tempat tinggal dan melangsungkan kehidupannya.
Hilangnya salah satu komponen akan berakibat pada komponen lainnya, jadi
berhati-hatilah dalam bertindak terhadap lingkungan dengan tetap menjaga
kelestariannya.
2.
Kita
harus lebih hemat dalam penggunaan kantong-kantong plastik atau sampah yang
tidak dapat diolah lainnya. Bila memungkinkan saat berbelanja ke pasar atau
supermarket gunakan kantong plastik yang telah ada tanpa harus membeli lagi.
Dengan langkah kecil ini, paling tidak kita telah melakukan setidaknya tidak
ikut menyumbang sampah pada lingkungan.
3.
Terakhir
yang lebih penting adalah adanya kesadaran setiap manusia bahwa begitu pentingnya
menjaga kelestarian alam dan lingkungan bagi kelangsungan kehidupan dimasa
sekarang dan dimasa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Soemirat, Juli. 1999. Epidomologi
Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.